Blog Single

08 Mei

Table Manners Ala Internasional (Bagian 1)

Table Manners, dalam menyambut kedatangan tamu dalam perjamuan ada beberapa hal yang wajib diperhatikan, salah satunya yaitu persiapan ruangan yang disesuaikan dengan jumlah tamu yang akan datang, dekorasi ruangan dan juga kebersihannya. Berikutnya adalah penataan peralatan di meja makan beserta perlengkapan pendampingnya yang biasanya disesuaikan dengan makanan yang akan dihidangkan, antara lain bentuk meja makan, pengaturan kursi, peralatan makan, warna taplak meja, serbet makan dan hiasan bunga, kita juga harus memperhitungkan pelengkap atau penyerta dalam penyajian suatu makanan, seperti merica dan garam, acar, kecap, gula, cream, sauce dan lain-lain. Disamping itu kita juga harus memperhitungkan tingkat sosial tamu yang ada dalam daftar undangan jamuan makan.

Bentuk Meja Makan

Ada beberapa bentuk meja makan yang biasanya dipakai dalam table manners ala internasional, yaitu :

  • Persegi empat untuk 2 atau 4 orang
  • Persegi panjang untuk 4,6,8 orang atau lebih
  • Bulat untuk 2, 4, 6, 8, 10 orang atau lebih
  • Oval untuk 6, 8 orang atau lebih

Peralatan meja makan dalam hal table manners umumnya memiliki bentuk: U, M, T atau bentuk susunan lain yang biasa dipergunakan untuk jamuan makan lebih dari 25 orang. Semuanya ini harus diatur sebaik-baiknya termasuk mengatur jarak untuk aktivitas para pramusaji supaya jangan sampai mengganggu atau menghalangi pada saat memberikan pelayanan kepada para tamu. Penataan kursi makan sebaiknya juga disesuaikan dengan kenyamanan dan tinggi meja makan, jangan terlalu tinggi dan jangan terlalu rendah sebab kenyamanan dalam menikmati hidangan akan berkurang dan ini akan sangat berpengaruh terhadap suasana perjamuan.

Jamuan makan terbagi dalam 2 kategori yaitu :

1. Jamuan makan resmi atau formal, antara lain : Jamuan makan pagi, Jamuan makan malam dan Jamuan makan siang

2. Jamuan makan tidak resmi atau informal, antara lain : Jamuan makan pagi, Jamuan makan siang, Jamuan sebelum makan atau cocktail dan Jamuan minum kopi atau teh.

Peralatan Jamuan Makan

Dalam setiap perjamuan makan terdapat beberapa peralatan yang harus disediakan, antara lain :

  • Peralatan makan / silver wares

Contoh : sendok makan, garpu, pisau, sendok the, sendok sup, dll.

  • Peralatan pecah belah / china wares

Contoh : piring makan, mangkuk sup/salad, cangkir dan tatakan, dll.

  • Peralatan dari gelas / glass wares

Contoh : gelas air es, gelas untuk minum anggur.

  • Peralatan yang terbuat dari kain

Contoh : Alas meja sebelum taplak meja, taplak meja, serbet makan dll.

  • Pelengkap di dalam penataan meja

Contoh : Asbak, Vas bunga, garam dan merica shaker, no.meja dll.

Pengaturan Tempat Duduk

Dalam penataan meja harus didasarkan pada menu yang dihidangkan serta jumlah undangan. Keadaan ruangan harus teratur dengan baik dan cukup leluasa untuk bergerak para undangan, juga ruang gerak pramusaji perlu diperhatikan sehingga tidak akan ada kemungkinan saling bertabrakan karena sempitnya jarak meja yang satu dengan yang lain. Selain itu juga wajib diperhatikan tata cara mengatur tempat duduk para tamu.

Pengaturan yang sama tetap berlaku dengan hadirnya tuan dan nyonya rumah yang duduk berada di ujung meja berhadapan. Undangan yang kita hormati atau VIP selalu berada disebelah kanan kita, baik itu suami/istri diatur sesuai dengan senioritasnya dan biasanya nyonya rumah mengambil tempat yang menghadap dapur supaya dapat mengontrol hidangan serta pembantu-pembantunya secara efektif. Dalam perjamuan makan resmi kenegaraan atau State Banquet, pengaturan tempat duduk serta macam-macam menu yang dihidangkan biasanya ditentukan oleh pemesan yang disebut “seksi protokoler”. Seksi protokoler ini mengatur dan mengawasi semua personel yang bertugas melayani perjamuan dan harus sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Dalam pengaturan para undangan, suami/istri jarang sekali ditempatkan bersebelahan karena hal ini tidaklah biasa dalam perjamuan resmi. Pelayanan dalam setiap perjamuan makan baik resmi atau tidak resmi selalu “Lady First Service” berarti setiap kali hidangan disajikan, wanita harus didahulukan dalam pelayanannya dan disesuaikan dengan tata tempat mana yang harus didahulukan. Seyogyanya pramusaji tidak hanya seorang saja, harus disesuaikan dengan banyaknya undangan sehingga pelayanan dapat berjalan dengan lancar. Begitu pula pada saat “clear up” atau mengambil piring-piring kotor dari meja undangan, sehingga kenyamanan para undangan betul-betul terjaga dengan baik.

Related Posts