Blog Single

22 Mei

Table Manners Ala Internasional (Bagian 2)

Tata Meja Dan Menu

Tata meja berguna sekali untuk mempermudah tamu undangan dalam mempergunakan alat makan yang akan di gunakan. Contohnya peralatan makan pagi tentu berbeda sekali dengan menu makan siang dan begitu juga dengan menu makan malam tentu berbeda pula.
Dalam menyusun menu haruslah diperhatikan susunan makanannya sebab banyak yang terbaik belum tentu enak dalam menyusunnya, contoh : dalam suatu susunan set menu terdapat hot appetizer “Chicken Finger”, kemudian supnya “Chicken soup”, dan “Chicken steak”. Susunan menu sepeti ini salah sebab tidak ada variasinya (semua serba “Chicken”). Seharusnya divariasikan dengan ayam, daging sapi, ikan, ataupun dengan susunan yang berbeda item dalam setiap menunya.
Perbedaan antara menu Eropa dan Indonesia adalah menu Eropa biasanya hanya dengan satu hidangan utama, sedangkan untuk menu Indonesia merupakan rangkaian hidangan utama.

Contoh Menu Table Manners EROPA :
• Appetizer : hidangan pembuka selera – hot / cold
• Soup : hidangan sup – cream soup
• Main course : hidangan utama – macam-macamSteak
• Salad : hidangan salada – macam-macam Salad
• Dessert : hidangan kue/buah/pudding/ice ceram dll.
• Coffee/tea : hidangan kopi/teh

Contoh Menu Table Manners INDONESIA :
• Hidangan pembuka : asinan
• Hidangan sup : sup buntut, sup sayuran
• Hidangan utama : ayam panggang, pepes ikan, rendang daging, oseng-oseng
• Hidangan selada : lalapan segar, sambal, acar, kerupuk
• Hidangan penutup : es kopyor, es dawet, es teller, es menado dll.
• Hidangan kopi atau teh

Dengan melihat perbedaan tersebut, dapatlah ditarik kesimpulan bahwa menu Indonesia dalam jamuan makan harus dirangkai dari beberapa macam jenis sehingga untuk pelaksanaannya biasanya dilakukan secara prasmanan atau family style.

Table Setup

Secara garis besar, cara mengatur peralatan meja makan atau table setting adalah :

  1. Pada acara jamuan resmi, letak tata meja diatur sedemikian rupa sehingga urutan tempat duduk untuk tamu VIP sesuai dengan keinginan protocol. Sebelum memasang taplak meja terlebih dahulu diperhatikan bahwa letak meja makan tidak goyah dan harus simetris dengan meja yang lain serta cukup untuk lalu lalang para pramusaji yang bertugas melayani.
  2. Letak taplak meja harus simetris dan jangan terlalu kebawah dilain sisi dan terlalu keatas disisi yang lain. Semuanya harus seimbang dan taplak meja yang baik adalah yang menjurai kebawah sampai menyinggung tempat duduk kursi makan.
  3. Pengaturan alat-alat makan yang dibutuhkan dapat dilakukan dengan cara pertama-tama letakkan pisau utama disebelah kanan dan garpu disebelah kiri dengan jarak yang cukup untuk meletakkan piring hias diantara alat-alat tadi. Pemasangan pisau dan garpupun tidak asal letak. Bagian mata pisau menghadap kedalam atau ke garpu dan mata garpu menghadap ke atas. Disamping itu, jarak pegangan garpu dan pisau kira-kira 4-5 cm dari tepian meja. Ini biasanya dilakukan untuk jamuan makan malam agar meja makan tampak lebih anggun.
  4. Sesudah itu letakkan piring roti di sebelah luar garpu. Letakkan pula pisau mantega diatas piring roti dengan pegangannya berada di dekat garpu dan menghadap ke bawah.
  5. Atur gelas untuk air es bisa dengan water goblet atau high ball glass dan letakkan kira-kira 2-3 cm diujung pisau. Apabila ada gelas anggur merah dan putih, letakkan sejajar dengan gelas air es dengan anggur putih diakhir urutan.
  6. Serbet makan dilipat dengan baik, bisa diatur bentuknya sesuai keinginan penyelenggara dan diletakkan di atas piring hias atau diletakkan di atas piring roti atau di dalam gelas air es.
  7. Perlengkapan meja makan lain yang diletakkan di atas ujung piring hias antara lain pisau dan garpu buah serta sendok teh . Pisau diletakkan melintang dengan pegangan disebelah kanan mata pisau menghadap kebawah dan garpu buah diletakkan dibawah pisau buah dengan pegangannya ada disebelah kiri. Sendok teh diletakkan di dekat pisau buah dengan pegangannya ada disebelah kanan.
  8. Kemudian untuk perlengkapan seperti vas bunga, tempat garam dan merica, asbak, tempat gula, susu, lilin semuanya diletakkan ditengah meja makan.

Apabila pengaturan meja makan telah selesai, maka langkah selanjutnya adalah mengatur menu yang akan disajikan dan semua hidangan harus sesuai dengan standart resep masakan yang sudah ada.

Cara Memberikan Pelayanan

Apabila undangan sudah berada didalam ruang penjamuan, maka biasanya ada ucapan selamat datang dari tuan rumah (host)/nyonya rumah (hostess) dan sesudah itu host/hostess akan memberikan perintah kepada pramusaji untuk mulai memberikan pelayanan kepada para undangan. Para undangan VIP harus dilayani terlebih dahulu kemudian para undangan lain yang senioritasnya tidak terlalu tinggi.
Gelas air es harus sudah diisi kurang dari 5 menit sebelum para undangan masuk ruang makan. Untuk jamuan makan resmi, pelayanan harus bagus pengaturannya. Hidangan demi hidangan harus diatur waktu pelayanannya dengan tepat, jangan sampai meja utama dengan meja yang lain berbeda pelayanannya. Umpamanya meja utama masih menikmati makanan pembukaan, tetapi meja yang lain sudah mulai dengan hidangan sup. Tentu saja hal ini tidak boleh terjadi. Semua harus seragam dan tidak boleh mendahului meja makan utama sebab semua pelayanan berpedoman kepada meja makan utama. Semua pelayanan dengan hidangan yang sudah diporsikan dari dapur selalu di sajikan dari sebelah kanan para tamu dan pengambilan piring yang sudah selesai digunakan dari sebelah kanan juga,kecuali untuk hidangan salad dan roti & mentega bisa diambil dari sebelah kiri tamu. Jangan sampai terbalik sebab ini sudah merupakan ketentuan di dalam perjamuan resmi.
Setiap pramusaji mempunyai tugas menjaga meja makan yang menjadi tanggung jawabnya seperti yang diperintahkan oleh kepala pramusaji.
Setelah hidangan dessert diambil, maka kopi dan tea dapat ditawarkan sebagai hidangan terakhir jamuan makan dan biasanya pada kesempatan ini para undangan dapat bertukar pikiran satu sama lain.

Related Posts